Sajak Cinta Seperti Biasa

Bergelung aku di pusaran
Hitam kadang merah tak berujung
Hanya bisa bisikkan sesuatu pada waktu
yang berputar dan terus berputar

Kapan lagi?
Cengkram berubah jadi genggam
cinta menjadi sayang
dan aku masih ada di sana
kadang hitam kadang merah

Dan hanya mampu berbisik pada waktu
Sajak Cinta Seperti Biasa
"Sampai kapan?"
Keras melunak, lunak mengeras

Dan kau tetap di ssana
denganku tergulung dalam pusaran
kadang hitam kadang merah, boleh jadi jingga

"Kapankah cinta kau?"
Lalu dalam raguku aku mencoba
meraih, menyentuh, merengkuh
"sedang begini masih berbohong?"

Dan kau kugenggam tak mau lepas
aku tidak pernah bohong
"Tidak"

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Sajak Cinta Seperti Biasa

0 comments:

Posting Komentar