ULANGI. ULANGI.. TERUS ULANGI... ULANGI TERUS....

Anda mungkin tidak begitu paham dengan maksud judul tulisan ini

Tapi bagi anda yang sudah memahaminya, Anda akan sedikit mengiyakan dengan mengedipkan mata sebagai tanda setuju.

Mengerti?

Belum ya, belum saya terangkan... 👦

Ehmm saya juga sebetulnya agak sedikit bingung harus mulai dari mana menjelaskannya.

Tapi begini saja ya..,

Jika Anda menghapal sesuatu, katakanlah misalnya salah satu surat dari Al Qur'an, apa yang mesti Anda lakukan?

Hmm, nampaknya ada sedikit gambaran ya?

Mungkin Anda akan berusaha keras melakukan menghapalnya, apalagi jika waktu yang dibutuhkan untuk menghapal adalah pendek, perintah guru (tugas sekolah) misalnya, besok harus sudah hapal!

Ya ya ya...

Yang Anda lakukan adalah benar...

Tapi tahukah Anda bahwa cara melakukan penghapalan QS Al Quran yang Anda lakukan ada yang lebih baik lagi?

Disamping Anda melakukannya tanpa mesti kerja keras, dan tanpa mesti menghapal...

Lho, ko? Katanya menghapal... tapi tanpa mesti menghapal, bagaimana ini?

Ya, cara ini mungkin memiliki sedikit kekurangan, yaitu hanya masalah waktu saja. Namun Insya Allah, hapalan Anda, akan lebih meresp kuat di otak nantinya.

Begini,...
Anda hapal Surat Al Fatihah? Mengapa bisa benar-benar hapal walaupun tanpa harus menghapalkannya?

Tentu jawabannya adalah dengan pengulangan, bukan?

Lha wong setiap sholat 5 waktu saja Anda mesti membaca/mengulang sebanyak 17 kali setiap harinya

Coba kalikan dengan usia kalian! Pastinya sudah sering banget, kan!

Setuju?

Proses pengulangan itu tidak mesti banyak-banyak en sporadis dilakukan secara sekaligus lho! Yang penting alon alon asal kelakon, sedikit sedikit lama-lama menjadi bukit, satu dua dayung dua tiga pulau terlampaui...

Mengrti maksudnya? Semoga  Anda bisa memahami intisarinya.


Dan hal ini sebenarnya bukan saja dapat diterapkan pada menghapal saja. Taruhlah Anda ingin melakukan mengisi otak dengan ilmu-ilmu.

Caranya coba selesaikan Anda membaca, yaa.. barang seminggu satu buah buku. Setahun Anda sudah bisa mnyelesaikan 48 buah buku, lho! keren, kan?

Itu artinya Anda sudah memiliki 48 orang pemikir dalam otak Anda,.buah pikiran 48 orang si penulis sudah tertransfer ke dalam otak Anda.

Begitupun dalam menasihati anak yang nakal.

Walaupun tentu saja dalam memberikan nasihat kepada anak Anda yang nakal mesti diiringi dengan strategi, coba saja lakukan terus jangan sampai bosan apalagi putus asa..

Terus lakukan menasihati anak sampai si anak menjadi dewasa dan menjelang menikah.

Lakukan terus dengan kasih sayang dan tanpa emosi. Hasilnya Anda serahkan saja pada Allah SWT. Jika hasilnya tetep saja menurut Anda, toh hidayah adalah milik Allah SWT, bukan milik Anda, bukan?

Dan mungkin ini hanya masalah waktu saja. Atau dia bisa tersadar saat Anda tidak memberikan nasehat lagi. Karena nasehat-nasehat yang sudah Anda berikan sebelumnya sudah terpatri kuat di dalam otak dan benaknya.

Intinya dari tulisan ini adalah ulangi.. ulangi... terus ulangi.... ulangi terus.... sampai akhir nafas Anda.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : ULANGI. ULANGI.. TERUS ULANGI... ULANGI TERUS....

1 comments: