Ketika waktu menua

Ketika waktu menua, apakah kita masih mengada? seperti pada butiran debu yang tak kuasa beterbangan di padang pasir.

Saat itu seiring dengan waktu yang terus semakin menua, helaian uban terus memenuhi ruang kepala. Lalu kitapun pasrah ditopang dengan tongkat karena tak kuat lagi menahan beban tubuh yang kian mengering.

Ketika waktu menua
Apakah jasad ini yang akan mempertanggungjawabkan semua prilaku kita di dunia? Ataukah ruh yang Tuhan ciptakan dengan kesucian, sampai akhirnya kita membuatnya menjdi lusuh bernoda.

Sepertinya uraian air mata sebanyak lautanpun tidak akan mampu mensucikannya kembali ketika ruh telah dijemput malaikat maut.

So, sebelum waktu menua... telah bersihkah kita dari noda dan dosa?

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Ketika waktu menua

0 comments:

Posting Komentar