DAHSYATnya MISTERI kebiasaan

Jangan sepelekan kebiasaan. Kebiasaan boleh jadi bisa menentukan rapor akhir hidup Anda, apakah baik atau buruk di akhir.

Bisa jadi, mudahnya kita mengucapkan sahadat saat sakaratul maut, itu dibentuk karena sebeleum-sebelumnya kita terbiasa bersahadat.

Hidayah memang milik Allah SWT, tapi berusaha untuk berkebiasaan baik, sekecil apapun, insya allah hidayah bisa kita raih.

Jangan sepelekan kebisaan baik yang kecil, karena siapa tahu hal ini justru yang dilihat Allah. Terkait dengan ini, saya jadi teringat dengan sebuah riwayat dari seseorang yang ngeshare di faebook. Intinya, kurang lebih mengenai seorang ahli surga yang memiliki hati emas. Hal ini tiada lain karena beliau tidak memiliki prasangka buruk sekecil apapun terhadap orang lain, seumur hidupnya.

Menyingkirkan duri di jalan dengan maksud karena Allah SWT supaya tidak ada orang yang celaka, ini adalah bentuk kebaikan yang terlihat sepele. Namun siapa tahu ini besar artinya di mata Allah SWT.

Ingatkah Anda dengan riwayat seorang tuna susila yang masuk surga hanya karena memberi minum seekor anjing yang kehausan?

Sang Tuna Susila mengambilkan air minum dengan susah payah dari dalam sumur dengan sepatunya, demi memberi minum seekor anjing yang kehausan. Subhanallah.

Dan jangan sepelekan dosa yang kecil. Dosa kecil pun bisa membinasakan. Bukankah tenggorokan pun bisa terkena oeh duri ikan yang kecil?

Dalam sebuah riwayat disebutkan, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ

“Jauhilah dosa-dosa yang dianggap kecil, karena dosa-dosa itu akan berhimpun pada seseorang, sehingga akan membinasakannya.” (HR. Ahmad dan lainnya. Lihat Silsilah ash-Shahihah, no. 389).

Kebiasaan buruk bisa menjeratmu
Dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus pun bisa menjadi akumulasi dosa besar.Orang akan cenderung melakukan pembiasaan karena menganggap sepele dosa kecil. Akhirnya kebiasaan salah ini bisa menjadi hal yang biasa.

Jangan biasakan mengajari anak ngutang. Waspadalah, hal ini bisa menjadi kebiasaan buruk kelak ketika sudah dewasa.

"Ma, pengen permen", kata si anak kepada emaknya.
"Ambil aza dulu nak di warung mbak sebelah, nanti bilangin biar ibu yang baya", sahut si ibu kepada anaknya.

Sadar atau tidak barangkali contoh percakapan di atas pernah kita lakukan juga. Dan sebenarnya hal tersebut secara tidak langsung mengajari anak untuk melakukan kebiasaan salah, yakni mengutang.

Kebaikan sekecil apapun itu harus terus dilakukan berkali-kali tanpa henti, biar menjadi kebiasaan dan karakter Anda. Supaya bagus di akhir.

So, biasakan sedari kecil si anak sholat. Ajaklah si anak untuk melakukan sholat dengan lemah lembut. Agar kelak menjadi kebiasaan yang baik.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : DAHSYATnya MISTERI kebiasaan

0 comments:

Posting Komentar